Fikih Asmaul Husna, Darus Sunnah

Fikih Asmaul HusnaSesungguhnya memahami nama Allah yang baik (Asma’ul Husna) merupakan pintu ilmu yang mulia, bahkan ini termasuk Al-Fiqh Al-Akbar (fikih yang paling agung) dan paling utama serta pertama kali yang masuk dalam sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam,

“Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan atasnya, maka Dia akan memberikan kefahaman kepadanya dalam masalah agama.” (Muttafaq Alaih)

Mempelajari ilmu Asma Al Husna merupakan usaha termulia yang dilakukan oleh setiap jiwa dan sebaik-baiknya apa yang diraih oleh orang-orang yang memiliki kecerdasan akal dan petunjuk. Ilmu ini merupakan pondasi jalan menuju Allah dan jalan masuk yang lurus dalam meraih kecintaan dan keridhaan-Nya serta jalan yang lurus bagi setiap orang yang dicintai dan dipilih-Nya.

Sebagaimana bangunan memiliki fondasi, maka fondasi agama ini adalah iman kepada Allah Ta ‘ala dan kepada nama-nama serta sifat-sifat-Nya. Jika fondasi ini kuat, maka dia akan dapat memikul bangunannya dengan kuat dan kokoh serta selamat dari goncangan dan kerobohan.

Ibnu Al-Qayyim Rahimahullah berkata, “Barangsiapa yang mengkehendaki bangunan yang tinggi, maka diharuskan baginya untuk menguatkan fondasi dan benar-benar memperhatikannya. Karena ketinggian bangunan tergantung pada kokoh dan kuatnya fondasi. Amal dan derajat adalah bangunan, sedangkan fondasinya adalah iman.
Apabila fondasinya kuat, maka dia akan dapat memikul bangunan dan meninggikannya. Apabila roboh sebagian dari bangunan itu, maka mudah untuk memperbaikinya dan jika fondasi tidak kuat, maka tidak akan tinggi bangunannya dan tidak akan kokoh dan jika roboh sebagian dari fondasi, maka akan jatuh bangunannya atau hampir jatuh. Orang bijak akan memiliki target yaitu memperbaiki fondasi dan menguatkannya, sedangkan orang jahil adalah orang yang meninggikan bangunan tanpa fondasi, maka tidak berselang lama bangunannya pun akan roboh.
Allah Ta’ala berfirman,

“Maka apakah orang-orang yang mendirikan mesjidnya atas dasar takwa kepada Allah dan keridhaan(-Nya) itu yang baik, ataukah orang-orang yang mendirikan bangunannya di tepi jurang yang runtuh, lalu bangunannya itu jatuh bersama-sama dengan dia ke dalam neraka Jahannam?” (QS. At-Taubah: 109)

Dalam memahami Asmaul Husna ( nama-nama Allah yang indah sempurna) dan juga shifat-shifat-Nya yang Agung, terdapat kaidah-kaidah di dalamnya., Hal ini dibahas secara detail oleh para ulama Salafush Shalih yang sekaligus menjadi manhaj mereka. Kesalahan dalam memahami Asma al husna ini berakibat sangat buruk, sebab melakukan kesalahan yang berhubungan dengan Dzat yang maha Mulia, Allah Subhanahu Wa Ta’ala .

Di dalam buku ini, penulis membahas secara jelas, detail dan sistematis tentang Asma Al husna dan shiat-shifat Allah Subhanahu Wa Ta’ala dengan menyandarkan setiap bahasannya pada dalil Al Quran, hadits Rasul ynag shahih sesuai manhaj salafush shalih yang benar.

 

Judul Buku             :   Fikih Asmaul Husna.

Penulis                    :   Prof.DR.Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr.

Penerbit                  :   Darus Sunnah

Ukuran buku         :   17 x 25 cm

Berat                      :   0,8 kg

Harga                    :   Rp.105.000,-  

 

Tinggalkan komentar

Filed under Buku Tauhid

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s