RAHMATAN LIL ALAMIN, Pustaka Imam Asy-Syafi’i

Rahmatan lil AlaminResensi:

Buku ini membahas dengan penjelasan yang gamblang untuk menyelami samudera kasih sayang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada umatnya dan seluruh makhluk.

Contoh cuplikan isi buku

***

Dinul Islam Agama Asal Manusia

Itulah yang dimaksud dengan fithrah dalam firman Allah Azza wa Jalla serta pada sabda suci Nabi yang mulia Shallallahu Alaihi wa Sallam berikut ini. Firman Allah yang dimaksudkan yaitu:
“Maka hadapkanlah wajahmu kepada agama yang hanif (tauhid). Fithrah Allah, yang Allah telah memfithrahkan manusia atas dasar fithrah tersebut. Tidak ada perubahan pada ciptaan Allah. Itulah agama yang lurus, akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (Ar-Rum: 30).

Tafsir firman Allah tersebut adalah: Luruskanlah dirimu agar senantiasa menaati-Nya, dan tetapkanlah dirimu di dalam agama yang telah Allah syariatkan kepadamu, yaitu agama yang hanif (lurus dan suci). yakni agama tauhid, islam, yang disifatkan dengan amat lurusnya dan sangat jauh dari segala macam kesyirikan maka agama islam itulah yang Allah telah fithrahkan kepada semua manusia.

Imam Al-Bukhari berkata: “Al-Fithrah yakni Al-Islam (agama islam).”

Al-Hafizh Ibnu Hajar mengatakan: “Pendapat yang termasyhur (populer di kalangan ulama Ahlu Sunnah) tentang arti dari fithrah adalah islam.

Judul Buku      :   Rahmatan Lil Alamin.
Penulis              :   Abdul Hakim Bin Amir Abdat.
Penerbit            :   Pustaka Imam Asy-Syafi’i.
Ukuran Buku   :   14,5 x 20,5 cm ( SC )
Harga                  :  Rp. 40.000,-
Halaman                   :  256 hal
Berat Buku               :    0,3 kg
……………………….
Bila Berminat Hubungi kami di  :
–   HP                   :  0813 4109 7855   pin BB ( 228D1C58)
–   e-mail             :   tb_Imambukhari@yahoo.com

Tinggalkan komentar

Filed under Buku Akhlaq

34 Amalan Penghapus Dosa, Pustaka Imam Asy-Syafi’i

34 Amalan Penghapus DosaAmat banyak bukti kasih sayang Allah Ta’ala, Tuhan umat Islam dan seluruh manusia, sehingga tidak dapat lagi dihitung jumlahnya dengan bilangan matematika. Di antara bentuk kasih sayang Rabbul ‘Alamin ialah dihapuskannya dosa yang pernah diperbuat seorang hamba pada masa lalu dengan mengerjakan amalan-amalan ibadah tertentu.

Apa sajakah amalan istimewa yang bisa menghapuskan dosa tersebut? Adakah syarat yang harus dipenuhi seseorang agar dosanya terhapus dengan amalan tersebut?

Buku ini menampilkan bentuk-bentuk kekerasan dalam rumah tangga oleh siapa pun yang hidup di dalamnya. Tidak hanya oleh suami terhadap istri, orang tua terhadap anak, tetapi juga sebaliknya. Bahkan oleh setiap individu yang ada di dalam rumah tangga tersebut. Selanjutnya, dihadirkan solusinya dengan mengembalikan segala permasalahan kekerasan tersebut kepada kaidah Islam yang benar, yang sesuai dengan bimbingan al-Qur-an dan as-Sunnah. Selamat menyimak

Judul Buku      :   34 Amalan Penghapus Dosa.
Penulis              :   Fahd bin Abdurrahman Asy-Syuwaib.
Penerbit            :   Pustaka Imam Asy-Syafi’i.
Ukuran Buku   :   14,5 x 20,5 cm
Harga                  :  Rp. 25.000,-
Berat Buku               :    0,4 k
……………………….
Bila Berminat Hubungi kami di  :
–   HP                   :  0813 4109 7855   pin BB ( 228D1C58)
–   e-mail             :   tb_Imambukhari@yahoo.com

Tinggalkan komentar

Filed under Buku Akhlaq, Buku Keluarga

Untukmu Yang Berjiwa Hanif, Pustaka Imam Asy-Syafi’i

Untukmu Yang Berjiwa HanifUntukmu yang berfitrah lurus dan berhati bersih …
Untukmu yang dalam pencarian Islam yang hakiki …
Untukmu yang haus ilmu al-Qur’an dan as-Sunnah …
Untukmu yang menempuh jalan Salman al-Farisi dan Waraqah bin Naufal …
Untukmu yang hendak menggapai kejayaan dan keemasan …
Untukmu yang selalu haus akan nilai-nilai kebenaran …
Untukmu yang akan ingin meniti jalan generasi Islam terbaik, generasi Sahabat …
Untukmu yang takut tergoda rayuan syaitan dan kelompok menyimpang …
Untukmu yang berjiwa lurus dan hanif …
Untukmu semua … kami persembahkan buku ini.
Judul Buku      :   Untukmu Yang Berjiwa Hanif.
Penulis              :   Armen Halim Naro, Lc.
Penerbit            :   Pustaka Imam Asy-Syafi’i.
Ukuran Buku   :   14,5 x 20,5 cm
Harga                  :  Rp. 25.000,-
Berat Buku               :    0,3 kg
Halaman                  :   xiv + 203 hal.
……………………….
Bila Berminat Hubungi kami di  :
–   HP                   :  0813 4109 7855   pin BB ( 228D1C58)
–   e-mail             :   tb_Imambukhari@yahoo.com

Tinggalkan komentar

Filed under Buku Akhlaq

Kesesatan Sufi

Kesesatan SufiSejak memasuki abad ke-3 Hijriyah, para sufi seringkali memproduksi kepalsuan dalam berislam yang berdampak pada sesatnya kaum muslimin. Mereka dengan asyiknya membodohi diri sendiri maupun orang lain dengan cara mekebih-lebihkan sesuatu. Contohnya adalah beragam bentuk kegilaan yang mereka perbuat, mulai dari berjalan didepan umum tanpa busana hingga mengaku sebagai tuhan. Meskipun terlihat jelas kesesatan mereka, kaum sufi memiliki banyak pengikut dan kelompok. Ironisnya, tiap-tiap kelompok sufi hanya menyampaikan ajaran serupa yang berputar pada wilayah hulu, ittihad, dan wihdatul wujud.

Hal itu dapat diketahui karena para syaikh mereka berasal dari wilayah yang sama, yaitu Iran dan Persia. Dan ajaran yang mereka bawa pun ternyata sama-sama diadopsi dari pemikiran filsafat Yunani, agama Nasrani, Hindu, Budha, Majusi dan Yahudi. Prinsip ahimsa, nirwana dan tingkatan murid dalam agama Hindu dan Budha serta filsafat emanasi ( Yunani ) tampak sekali diadopsi oleh ajaran-ajaran sufi. Sumber-sumber inilah yang pada akhirnya membentuk aliran pemikiran sufi dan ritual syetan.

Sebagai upaya pencerdasan bagi kaum muslimin, para penulis buku ini menyuguhkan yang terbaik sebagai bentuk perlawanan terhadap perusakan ajaran Islam yang murni. Buku ini dilengkapi kajian mendalam perihal sejarah sufi dan latar belakang metodologi ajarannya. juga sangat mudah dipahami karena gaya penyajiannya yang baik. Untuk itu, cukuplah buku ini sebagai rujukan bagi anda dalam mengantisipasi budaya sufisme yang merusak akidah.

 

Judul Buku        :   Kesesatan Sufi, Tasawuf Ajaran Budha.
Penulis                 :   Ahmad bin Abdul Aziz al-Hushain, DR. Abdullah Mustofa Numsuk.
Penerbit               :   Pustaka As Sunnah.
Berat                     :   0,9 kg
Harga                    :   Rp. 85.000,-( belum termasuk ongkos kirim )
Bila Berminat Hubungi kami di  :
–   HP          :  0813 4109 7855   pin BB ( 228D1C58)
–   e-mail   :   tb_Imambukhari@yahoo.com

 

Tinggalkan komentar

Filed under Buku Akhlaq, Buku Aqidah

SHALAHUDDIN al-AYYUBI

Shalahuddin Al-AyyubiShalahuddin Al-Ayyubi.1

Tahukan Anda tentang kisah di balik sosok Shalahuddin Al-Ayyubi, berikut kami sampaikan sedikit diantaranya:

Perang Salib (Crusade) adalah perang terlama antara komunitas Islam dan Kristiani. Ia berlangsung hampir dua abad, sejak tahun 1095 sampai 1291 M.

Perang Salib merupakan proyek besar yang dipelopori oleh Paus Urbanus II, terutama sejak pertemuan kaum Kristiani di Clermont, Perancis Selatan. Perang ini bukan hanya untuk menolong Kerajaan Bizantium yang mendapat serangan dari Dinasti Saljuk, tetapi juga untuk menunjukkan dominasi Gereja Barat atas Gereja Timur (berpusat di Konstantinopel).

Ide dasar yang memicu serangan kaum Salib ialah ingin merebut Baitul Maqdis (Al-Aqsha) dari tangan kaum Muslimin, karena ia diyakini sebagai tempat suci kaum Kristiani. Sedangkan ide dasar perlawanan Islam, ialah keyakinan bahwa Baitul Maqdis adalah tempat Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad n, merupakan Kiblat pertama kaum Muslimin, dan kota suci ketiga setelah Makkah dan Madinah.

Perang Salib terjadi secara bergelombang, lintas generasi, lintas kekuasaan politik, dan lintas realita zaman. Pusat konflik terdapat di wilayah Syam (kini Suriah, Palestina, Libanon).

Kekuasaan Islam yang terlibat dalam front Perang Salib, meliputi Kesultanan Saljuk, Dinasti Zanki (Imaduddin Zanki dan Nuruddin Mahmud), Dinasti Ayyubiyah, serta Dinasti Mamalik. Shalahuddin Al-Ayyubi muncul dari kekuasaan Dinasti Ayyubiyah.

Shalahuddin Al-Ayyubi adalah sosok pahlawan Islam yang lengkap. Ia adalah seorang Sultan (raja) yang adil, panglima perang, mujahid Islam, ulama yang faqih, politisi ulung, penuntut ilmu, ahli ibadah, seorang zahid (meninggalkan kemewahan dunia), serta pemimpin yang pemurah dan penuh belas kasih.

Saat baru dilahirkan, bayi Shalahuddin telah melalui cobaan. Ketika itu keluarga besarnya mendapat ancaman besar, sehingga harus berpindah ke Damaskus secara diam-diam. Dalam proses perpindahan ini bayi Shalahuddin sering menangis, sehingga membuat ayahnya kehilangan kesabaran. Namun sang ayah diingatkan, bahwa bayi (Shalahuddin) tidak memiliki kesalahan apapun, sehingga tidak layak mendapat sanksi.

Sosok yang menjadi inspirasi Shalahuddin Al-Ayyubi adalah Nuruddin Mahmud Zanki. Ia adalah guru, pembimbing, sekaligus teladan. Missi membebaskan Baitul Maqdis telah dimulai oleh Asy-Syahid Nuruddin Zanki, lalu berhasil ditunaikan Shalahuddin.

Shalahuddin pernah mencapai kekuasaan politik yang luas di Mesir dan Syam, sehingga cukup mengkhawatirkan bagi Khalifah Abbasiyah. Namun dia sangat loyal kepada Khalifah Abbasiyah, tidak berniat memberontak; bahkan dia berjasa mengangkat wibawa Khilafah Abbasiyah di mata kaum Muslimin sedunia

Judul Buku        :   Shalahuddin al-Ayyubi.
Penulis                 :   Prof.DR. Ali Muhammad Ash-Shalabi.
Penerbit               :   Pustaka Al-Kautsar.
Ukuran buku     :  15,5 x 24,5 cm ( HC )
Halaman              :   Hal.
Berat                     :   1,5 kg
Harga                    :   Rp. 140.000,-( belum termasuj ongks kirim )
Bila Berminat Hubungi kami di  :
–   HP          :  0813 4109 7855   pin BB ( 228D1C58)
–   e-mail   :   tb_Imambukhari@yahoo.com

Tinggalkan komentar

Filed under Buku Tarikh

KHALID BIN AL-WALID

Khalid bin al-WalidSinopsis:
Khalid ibn al-Walid (584 – 642), atau sering disingkat Khalid bin Walid, adalah seorang panglima perang yang termahsyur dan ditakuti di medan perang serta dijuluki sebagai “pedang Allah yang terhunus”. Dia adalah salah satu dari panglima-panglima perang penting yang tidak terkalahkan sepanjang karirnya. Khalid dilahirkan kira-kira 17 tahun sebelum masa pembangunan Islam. Dia anggota suku Banu Makhzum, suatu cabang dari suku Quraisy.
Ayahnya bernama Walid dan ibunya Lababah. Khalid termasuk diantara keluarga Nabi yang sangat dekat. Maimunah, bibi dari Khalid, adalah isteri Nabi. Dengan Umar sendiri pun Khalid ada hubungan keluarga, yakni saudara sepupunya. Suatu hari pada masa kanak-kanaknya kedua saudara sepupu ini main adu gulat. Khalid dapat mematahkan kaki Umar. Untunglah dengan melalui suatu perawatan kaki Umar dapat diluruskan kembali dengan baik.
Awalnya Khalid bin Walid adalah panglima perang kaum kafir Quraisy yang terkenal dengan pasukan kavalerinya. Pada saat Pertempuran Uhud, Khalidlah yang melihat celah kelemahan pasukan Muslimin yang menjadi lemah setelah bernafsu mengambil rampasan perang dan turun dari Bukit Uhud dan menghajar pasukan Muslim pada saat itu. Tetapi setelah perang itulah Khalid mulai masuk Islam.
Ayah Khalid yang bernama Walid bin Mughirah dari Bani Makhzum, adalah salah seorang pemimpin yang paling berkuasa diantara orang-orang Quraisy. Dia sangat kaya. Dia menghormati Ka’bah dengan perasaan yang sangat mendalam. Sekali dua tahun dialah yang menyediakan kain penutup Ka’bah. Pada masa ibadah Haji dia memberi makan dengan cuma-cuma bagi semua orang yang datang berkumpul di Mina.
Ketika orang Quraisy memperbaiki Ka’bah tidak seorang pun yang berani meruntuhkan dinding-dindingnya yang tua itu. Semua orang takut kalau-kalau jatuh dan mati. Melihat suasana begini Walid maju kedepan dengan bersenjatakan sekop sambil berteriak, “O, Tuhan jangan marah kepada kami. Kami berniat baik terhadap rumahMu”.
Nabi mengharap-harap dengan sepenuh hati, agar Walid masuk Islam. Harapan ini timbul karena Walid seorang kesatria yang berani dimata rakyat. Karena itu dia dikagumi dan dihormati oleh orang banyak. Jika dia telah masuk Islam ratusan orang akan mengikutinya.
Dalam hati kecilnya Walid merasa, bahwa Al Qur-’an itu adalah kalimat-kalimat Allah. Dia pernah mengatakan secara jujur dan terang-terangan, bahwa dia tidak bisa berpisah dari keindahan dan kekuatan ayat-ayat suci itu.
Suku Banu Makhzum mempunyai tugas-tugas penting. Jika terjadi peperangan, Banu Muhzum lah yang mengurus gudang senjata dan gudang tenaga tempur. Suku inilah yang mengumpulkan kuda dan senjata bagi prajurit-prajurit.
Tidak ada cabang suku Quraisy lain yang bisa lebih dibanggakan seperti Banu Makhzum. Ketika diadakan kepungan maut terhadap orang-orang Islam dilembah Abu Thalib, orang-orang Banu Makhzumlah yang pertama kali mengangkat suaranya menentang pengepungan itu.
Khalid bin Walid sangat termashur sebagai panglima Tentara Kaum Kafir Quraisy yang tak terkalahkan. Baju kebesarannya berkancingkan emas dan mahkota dikepalanya bertahtahkan berlian . Begitu gagah dan perkasanya Khalid baik di Medan perang maupun ahli dalam menyusun strategi perang. Pada waktu Perang Uhud melawan tentara Muslimin pimpinan Rasulullah banyak Syuhada yang Syahid terbunuh ditangan Khalid bin Walid dengan dengan Suara lantang diatas perbukitan Khalid bin Walid berkata ” Hai Muhammad kami sudah Menang, kamu telah kalah dalam peperangan ini….lihatlah pamanmu Hamzah yang tewas tercabik cabik tubuhnya dan lihatlah pasukanmu yang telah porak poranda”.
Rasulullah menjawab “Tidak aku yang menang dan engkau yang kalah Khalid …Mereka yang gugur adalah Syahid , sebenarnya mereka tidak mati wahai Khalid mereka hidupdisisi Allah SWT penuh dengan kemuliaan dan kenikmatan, mereka telah berhasil pindah alam dari dunia menuju akherat menuju surga Allah karena membela Agama Allah gugur sebagai syuhada akan tetapi Matinya tentaramu , matinya sebagai Kafir dan dimasukkan ke Neraka Jahannam. Setelah itu Khalid memerintahkan pasukannya untuk kembali, sejak itu Khalid termenung terngiang selalu akan kata kata Nabi Muhammad dan penasaran akan sosok Muhammad.
Maka Khalid mengutus mata-mata ( intel ) untuk memantau dan mengamati aktivitas Muhammad Saw setelah perang Uhud tersebut. Setelah cukup lama memata-matai Rosululloh akhirnya utusan Khalid bin Walid melaporkan hasil pengamatan tersebut , kata utusan tersebut” Aku mendengar semangat juang yang dikemukakan muhammad kepada para pasukannya Muhammad mengatakan ” Aku heran kepada seorang panglima khalid bin Walid yang gagah perkasa dan cerdas , tapi kenapa dia tidak paham dengan AGAMA ALLAH yang aku bawa , sekiranya Khalid bin Walid tahu dan paham dengan Agama yang aku bawa , dia akan berjuang bersamaku( Muhammad ) , Khalid akan aku jadikan juru rundingku yang duduk bersanding di sampingku. Kata kata mutiara tersebut disampaikan mata-mata Khalid bin walid di Mekkah kepada panglimanya.
Mendengar laporan Intel tersebut semakin membuat Risau Khalid bin Walid hingga akhirnya Khalid memutuskan untuk bertemu Muhammad dengan menyamar dan menggunakan Topeng menutup wajahnya hingga tidak di kenali oleh siapapapun. Khalid berangkat seorang diri dengan menunggang Kuda dan menggunakan baju kebesarnnya yang berhias emas serta mahkota bertahta berlian namun wajahnya ditutupi Topeng. Di tengah perjalanan Khalid bertemu dengan Bilal yang sedang bedakwah kepada para petani. Dengan Diam-diam Khalid mendengarkan dan menyimak apa yang di sampaikan oleh Bilal yang membacakan surat al hujarat ( Qs 49:13 ) yang artinya ”Hai manusia kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku suku supaya kamu saling mengenal dengan baik. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah adalah orang-orang yang paling bertaqwa karena sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”
Khalid terperanga bagaimana mungkin Bilal yang kuketahui sebagai Budak hitam dan buta hurup bisa berbicara seindah dan sehebat itu tentu itu benar perkataan dan Firman Allah. Namun gerak gerik mencurigakan Khalid bin walid di ketahui sayyidina Ali bin Abi Thalib , dengan lantang Ali berkata ”Hai penunggang Kuda Bukalah topengmu agar aku bisa mengenalimu, bila niatmu baik aku akan layani dengan baiki dan bila niatmu buruk aku akan layani pula dengan buruk” Kata Ali bin Abi thalib.
Setelah itu dibukalah Topeng tampaklah wajah Khalid bin Walid seorang Panglima besar kaum Kafir Quraisy yang berjaya diperang Uhud dengan tatapan mata yang penuh karismatik Khalid berkata” Aku kemari punya Niat baik untuk bertemu Muhammad dan menyatakan diriku masuk Islam” Kata Khalid bin Walid. Wajah Ali yang sempat tegang berubah menjadi berseri-seri” Tunggulah kau di sini Khalid saya akan sampaikan berita gembira ini kepada Rasulullah saw” Kata Ali bi Abi thalib. Bergegas Ali menemui Rasulullah dan menyampaikan maksud kedatangan Khalid bin Walid sang panglima perang .
Mendengar berita yang disampaikan Ali , wajah rasulullah berseri seri lalu mengambil sorban hijau miliknya lalu dibentangkan di tanah sebagai tanda penghormatan kepada Khalid bin walid yang akan datang menemuinya. Lalu Rasulullah menyuruh Ali menjemput Khalid untuk menemuinya. Begitu Khalid datang Rosululloh langsung memeluknya. ” Ya Rasulullah islam saya ” Kata Khalid bin Walid. Lalu Rasulullah mengajarkan kalimat Syahadat kepada Khalid maka Khalid bin walid telah memeluk agama Islam.
Begitu selesai membaca syahadat Khalid bin walid menanggalkan Mahkotanya yang bertahtahkan intan diserahkan kepada Rasulullah, begitu pula dengan bajunya yang berkancingkan emas di serahkan juga kepada Rasulullah. Namun begitu Khalid bin walid akan mencopot pedangnya dan menyerahkannya kepada Rasulullah, Baginda Rasulullah melarangnya ”Jangan kau lepaskan pedang itu Khalid , karena dengan pedang itu nanti kamu akan berjuang membela agama Allah bersamaku” Kata Rasulullah. dan Nabi memberi gelar pedang tersebut dengan nama “Syaifulloh yang artinya “pedang Allah yang terhunus. Setelah bergabungnya Khalid bin walid kedalam Islam, bertambah kuatlah pasukan Muslim hingga bisa menaklukan kota Mekkah dan Pasukan Kafir Quraiys secara drastis melemah bagaikan ayam kehilangan induknya.
Judul Buku        :   Khalid bin al-Walid.
Penulis                 :   Manshur Abdul Hakim.
Penerbit               :   Pustaka Al-Kautsar.
Ukuran buku     :  15,5 x 24,5 cm ( HC )
Halaman              :   Hal.
Berat                     :   1,0 kg
Harga                    :   Rp. 120.000,-( belum termasuj ongks kirim )
Bila Berminat Hubungi kami di  :
–   HP          :  0813 4109 7855   pin BB ( 228D1C58)
–   e-mail   :   tb_Imambukhari@yahoo.com

Tinggalkan komentar

Filed under Buku Tauhid

BANGKIT dan RUNTUHNYA BANI UMMAYAH

Bangkitbdan Runtuhnya Khilafah Bani Umayyah  Bangkit dan Runtuhnya Khilafah Bani Umayyah
Para sejarawan Islam telah membukukan riwayat perjalanan umat dengan begitu amanah. Buku Bangkit dan Runtuhnya Khilafah Bani Umayyah karya Prof. Dr. Abdussyafi Muhammad Abdul Lathif ini adalah salah satu permata dibidang sejarah Islam. Dengan membacanya, semoga kaum Muslimin bisa meneladani para pendahulunya, dan dapat melanjutkan penulisan sejarahnya dengan tinta emas.Buku referensi sejarah Islam ini menguraikan:

1. Proses pendirian Khilafah Bani Umayyah.
2. Riwayat hidup keempat belas khalifah Dinasti Umayyah
3. Lika-liku perjalanan Khilafah Bani Umayyah selama kurang lebih 90 tahun.
4. Perluasan wilayah Negara Islam selama era Khilafah Bani Umayyah.
5. Metode dan strategi penyebaran Islam selama era Khilafah Bani Umayyah.
6. Sistem administrasi dan tata negara yang berkembangkan oleh Khilafah Bani Umayyah.
7. Berbagai gerakan anti Dinasti Umayyah.
8. Proses keruntuhan Khilafah Bani Umayyah.

Judul Buku        :   Bangkit dan Runtuhnya Khilafah Bani Umayyah.
Penulis                 :   Prof. Dr. Abdussyafi M. Abdul Lathif.
Penerbit               :   Pustaka Al-Kautsar.
Ukuran buku     :  15,5 x 24,5 cm ( HC )
Halaman              :   692 Hal.
Berat                     :   1,0 kg
Harga                    :   Rp. 135.000,-( belum termasuj ongks kirim )
Bila Berminat Hubungi kami di  :
–   HP          :  0813 4109 7855   pin BB ( 228D1C58)
–   e-mail   :   tb_Imambukhari@yahoo.com

Tinggalkan komentar

Filed under Buku Tarikh