Category Archives: Buku Akhlaq

Ensiklopedi Adab Islam, Pustaka Imam Asy-Syafi’i

Seluruh syariat Islam, baik yang hukumnya wajib, sunnah, mustahab, maupun mubah baik yang berhubungan secara vertikal, antara hamba dengan Penciptanya, maupun secara horizontal, antar sesama hamba, berfungsi untuk menjaga hubungan baik dengan Pencipta dan dengan sesama mereka secara beradab. Apabila seorang hamba telah memberikan hak-hak dan melaksanakan kewajiban-kewajiban kepada Penciptanya dan kepada sesama hamba, berarti dia tergolong hamba yang beradab. Sebaliknya, apabila dia tidak melaksanakan hal-hal tersebut, maka dia digolongkan ke dalam golongan hamba yang tidak beradab. Semua itu telah diatur sedemikian rupa oleh syari’at Islam.

Ensiklopedi Adab Islam versi BaruSeorang Muslim yang telah melaksanakan adab-adab tersebut sesuai dengan syari’at Islam berarti ia telah beradab dengan adab islami. Dalam hal ini, Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam adalah teladan bagi setiap Muslim dalam beradab islami. Setiap hari selama 24 jam, beliau selalu menjaga hubungan baik dengan Penciptanya dan dengan sesama hamba. Mulai dari masalah kecil keseharian, seperti tidur, mandi, makan, minum, dan lain-lain, hingga yang besar, seperti mengatur negara, berperang, berdamai, dan lain-lain mulai dari urusan ukhrawi ibadah hingga urusan duniawi. Dengan demikian, tampaklah suatu peradaban yang indah, harmonis, demokratis, tertib, rapi, manusiawi, sekaligus bersifat ilahiyah yang jauh dari kesan kekerasan, kekejaman, diskriminasi, dan kesan-kesan negatif lainnya.

Yang perlu digarisbawahi dalam hal ini ialah bahwa semua itu hanya ada di dalam agama Islam sehingga Islam layak disebut sebagai agama yang berperadaban dan penganutnya adalah manusia-manusia yang berperadaban tinggi (masyarakat madani).Lantas, dari manakah kesan terorisme dan teroris didapatkan? Ataukah stigma seperti itu sengaja dipropagandakan oleh musuh-musuh Islam untuk memojokkannya? Anda tidak perlu berpikir ulang untuk menemukan jawaban yang tepat atas pertanyaan-pertanyaan tersebut setelah membaca buku Ensiklopedi Adab Islam ini. 

Selamat membaca!
Judul Buku    :   Ensiklopedi Adab Islam
Penulis            :   ‘Abdul ‘Aziz bin Fathi as-Sayyid Nada.
Penerbit         :   Pustaka Imam Asy-Syafi’i.
Berat               :    1,3 Kg.
Harga              :   Rp. 240.000,- jadi Rp. 192.000,-/set ( 2 Jilid )
Bila Berminat Hubungi kami di  :
-   HP          :  0813 4109 7855   pin BB ( 228D1C58)
-   e-mail   :   tb_Imambukhari@yahoo.com

Tinggalkan komentar

Filed under Buku Akhlaq, Buku Baru

Ensiklopedi Larangan, Pustaka Imam Asy Syafi’i

Ensiklopedi Larangan versi Baru“Benar-benar suatu kaum dari umatku akan ditolak dari telaga sebagaimana unta asing ditolak (dari kerumunan unta)”, maka aku berkata : “Ya Allah itu adalah umatku”, maka dikatakan : “Sesungguhnya engkau tidak mengetahui apa yang mereka ada-adakan sepeninggalmu”. (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim)

Perintah dan larangan dalam syariat Islam memiliki kedudukan yang sangat penting. Sebab, keduanya merupakan pondasi taklif (pem­bebanan kewajiban syariat) dan di atas pondasi keduanyalah, taklif tersebut eksis. Selain itu, dengan mempelajari dan mengetahui keduanya maka kita akan mengenal hukum-hukum syariat, dalam hal ini, pengenalan terhadap hukum halal dan haram.

Karena itu, sangatlah penting memahami perintah dan larangan bagi seorang Muslim. Namun, mengingat larangan kurang men­dapat perhatian daripada perintah, maka diperlukan perhatian yang lebih mendalam tentangnya sehingga dia dapat meninggal­kan dan meng­hindarinya. Inilah salah satu yang melatarbelakangi penulisan buku “Ensiklopedi Larangan” karya Syaikh Salim bin ‘Ied al-Hilali ini.

Pada jilid ke-1, penulis mengetengahkan pembahasan larangan-larangan pada bab-bab ‘aqidah, ilmu, manhaj, dan fiqih seperti thaharah, haidh, waktu shalat, adzan, masjid, shalat jama’ah dan lain-lain. Setiap larangan tersebut kemudian dibahas satu per satu secara detail berikut dalil-dalilnya.

Pada jilid ke-2, penulis mengetengahkan pembahasan larangan-larangan pada bab-bab fiqih seperti jual beli, jihad, zakat, sedekah, haji dan umrah, puasa, persaksian, wasiat, utang piutang, dan lain-lain.

Pada jilid ke-3, penulis mengetengahkan pembahasan larangan-larangan pada bab-bab fiqih, aqidah, dan akhlak; seperti nikah, talak, nafkah, makanan, minuman, aqiqah, pengobatan, busana, hukum pidana, sumpah, adab, takwil mimpi, dan lain-lain.

Diharapkan, buku ini akan menjadi sebuah peringatan dan panduan bagi kita dalam menjalani kehidupan ini sehingga selamat di dunia dan di akhirat kelak.

Judul Buku        :   Ensiklopedi Larangan.

Penulis                 :   Syaikh Salim bin ‘Ied al-Hilali.

Penerbit              :   Pustaka Imam Asy-Syafi’i.

Harga                    :   Rp. 360.000,- jadi Rp. 288.000,-/set ( 3 Jilid ) 

Bila berminat hubungi kami di   :

-  Hp          :    0813 4109 7855, pin BB : 228d1c58.

-  e-mail   :     tb_imambukhari@yahoo.com

Tinggalkan komentar

Filed under Buku Akhlaq, Buku Aqidah, Fiqih

SIAPA BILANG MUSIK HARAM, Darul Haq

Siapa Bilang Musik Haram…….Gaung perkembangan dunia musik bergema dengan keras, seribu satu kepentingan, bersatu dengan perkembangan nuansa seni dan intelektual, melahirkan berbagai warna musik baru yang gegap gempita. Di sela-sela pertarungan kemampuan, bakat dan idealisme itu pulalah beberapa kalangan seniman Muslim yang didukung oleh sebagian para dai, ikut ambil bagian.
…….Muncul berbagai jenis musik yang diklaim sebagai musik Islam. Mulai dari kasidah, irama padang pasir, nasyid hingga akapela, dan lain sebagainya. Berbagai pagelaran kolosal digelar, dan sebagian kalangan menganggap itu sebagai kebangkitan Islam, dengan asumsi, Islam mulai terlihat perannya di berbagai sektor kehidupan termasuk di dunia seni tarik suara.
…….Sahkah itu disebut sebagai perkembangan dan kemajuan kaum Muslimin? Bagaimana sebenarnya hukum Islam tentang lagu dan musik? Sebagai Muslim yang baik, yang paling fundamentil dilakukan sebelum memasuki suatu amalan adalah mempertanyakan terlebih dahulu: bagaimana hukum Islam terhadap amalan tersebut? Sudahkah itu menjadi perhatian mereka yang mengklaim diri sebagai seniman-seniman Muslim? Semua itu harus dijawab dengan tuntas, dan buku yang ada di hadapan pembaca ini sebagai salah satu bahan kajian yang terbaik.
……………………………………………………………..Siapa bilang musik haram?…………………………………………………………………..
…………………………………………………………Temukan jawabanya dalam buku ini………………………………………………………….
Judul Buku    :   Siapa bilang musik haram?
Penulis            :   Syaikh Muhammad Nashirudin al-Albani.
Penerbit         :   Darul Haq.
Berat               :    0,3 Kg.
Harga              :   Rp. 30.000,- jadi Rp. 24.000,-
Bila Berminat Hubungi kami di  :
-   HP          :  0813 4109 7855   pin BB ( 228D1C58)
-   e-mail   :   tb_Imambukhari@yahoo.com

Tinggalkan komentar

Filed under Buku Akhlaq, Keluarga

Agar Bahtera Cintamu Tidak Kandas Terhempas Badai

  Agar Bahtera Cintamu Tidak Kandas Terhempas badai  Ketika bahtera rumah tangga mengarungi laut kehidupan, dalam upaya meraih keridhaan Allah Subhanahu wa Ta’ala, tidak sedikit riak dan ombak yang harus dihadapi, bahkan gulungan gelombang dan badai. Di antara bahaya yang setiap waktu dapat mengancam kebahagiaan di dunia dan akhirat adalah perceraian. Memang, tidak setiap perceraian itu dilarang. Adakalanya perceraian bisa dibolehkan, dianjurkan, atau bahkan diwajibkan, yakni ketika ketidakharmonisan rumah tangga memberikan mudarat yang lebih besar lagi.

     Mungkin karena penyimpangan suami atau istri yang tidak dapat ditolerir lagi dan diperbaiki. Namun kenyataan menunjukkan, bahwa banyak kasus perceraian yang seharusnya tidak perlu terjadi. Dan tidak sedikit kasus perceraian yang telah terjadi, ternyata semakin memperumit persoalan, karena tidak seorang pun dari seorang suami maupun istri yang mampu memetik manfaat dan hikmah darinya.        Sudah waktunya kita menelaah kembali satu demi satu, berbagai sebab terjadinya perceraian, agar dapat diselesaikan dengan baik. Sehingga kalaupun perceraian harus terjadi, maka itu adalah alternatif terakhir dan tidak terkesan dipaksa-paksakan, atau sebuah perceraian yang memberi jalan keluar terbaik. Tetapi tentu saja keberlangsungan rumah tangga yang penuh kebahagiaan, kesejahteraan, ketentraman, dan keharmonisan, tetap menjadi tujuan utama sebuah pernikahan.

     Buku ini mengungkap benang kusut penyebab terjadinya perceraian dan menguraikannya dalam poin-poin solusi dan nasihat. Sangat bermanfaat bagi pasutri yang sedang mengarungi bahtera kehidupan rumah tangga, agar ia tetap berlabuh sampai dermaga tujuan dan tidak kandas terhempas badai.

Judul Buku    :   Agar Bahtera Cintamu Tidak Kandas Terhempas Badai.
Penulis            :   Dr. Muhammad bin Nashir al-Humaid.
Penerbit         :   Darul Haq.
Berat               :    0,2 Kg.
Harga              :   Rp. 17.000,- ( Disc. 20 %)
Bila Berminat Hubungi kami di  :
-   HP          :  0813 4109 7855   pin BB ( 228D1C58
-   e-mail   :   tb_Imambukhari@yahoo.com

Tinggalkan komentar

Filed under Buku Akhlaq, Keluarga

Ciri-ciri & Doktrin Akidah Khawarij Dulu Dan kini, Darul Haq

Ciri-ciri & Doktrin Akidah Khawarij dulu dan kini…….Cikal bakal Khawarij telah muncul di masa hidup RasulullahShallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Sejak saat itu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah memberitakan tentang berbagai hal berkaitan dengan sekte ini, yang satu demi satu terbukti kebenarannya bersamaan dengan bergulirnya waktu.
…….NabiShallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyebutkan bahwa di antara ciri mereka adalah rajin shalat, puasa, dan membaca al-Qur`an, tetapi bersama semua itu beliau mencela mereka dengan menyatakan, Mereka adalah anak-anak muda yang berpikiran picik, bahkan beliau menyatakan, Kalau aku mendapatkan mereka, niscaya aku akan membunuh mereka sebagaimana dibinasakannya kaum Ad dan Tsamud.”
…….Sekte inilah yang pertama kali menyempal dari jamaah kaum Muslimin. Mereka memiliki sejarah yang panjang, dan hingga kini masih eksis di sejumlah negara. Bahkan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyatakan bahwa di akhir zaman, mereka juga akan muncul. Di antara ciri khas mereka, dari generasi ke generasi adalah:
(1).     Mengkafirkan kaum Muslimin pelaku dosa besar.
(2).     Membangkang dan memberontak kepada pemerintah, dan
(3).     Menyempal dari jamaah kaum Muslimin.
…….Bahkan NabiShallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, Mereka memerangi kaum Muslimin dan membiarkan para penyembah berhala.”
…….Nah, buku ini mengungkap berbagai hal tentang kelompok ekstrim ini: pokok-pokok doktrin mereka, cara mereka mengkaji Islam hingga terjerumus dalam sikap radikal, sejarah kemunculan dan perkembangan mereka, hingga kantong-kantong konsentrasi mereka yang masih eksis secara komunitas sampai sekarang, juga ciri-ciri mereka, para tokoh mereka, buku-buku yang mereka tulis, dan sebagainya
…….Di akhir buku, penulis menghaturkan pesan yang sangat bagus bagi kita semua, bahwa jalan terbaik untuk mengembalikan mereka adalah dialog secara aktif; karena kita menghadapi ideologi yang mereka yakini benar, bukan kriminal. Patahkan hujjah-hujjah mereka, maka yakinlah bahwa Anda akan melihat mereka kembali menjadi Muslim yang baik, insya Allah.
…….Buku ini adalah jalan terang yang terbentang untuk membimbing mereka kembali.
Judul Buku    :     Ciri-Ciri Doktrin Akidah Khawarij Dulu Dan Kini  .
Penulis            :      Dr. Nashir bin Abdul Karim al-Aql.
Penerbit         :      Darul Haq.
Berat               :    0,25 Kg.
Harga              :   Rp. 20.000,- ( Disc. 20 %)
Bila Berminat Hubungi kami di  :
-   HP          :  0813 4109 7855   pin BB ( 228D1C58 )
-   e-mail   :   tb_Imambukhari@yahoo.com

Tinggalkan komentar

Filed under Buku Akhlaq, Buku Aqidah, Buku Baru

Hukum Mengkafirkan & Membid’ahkan, Griya Ilmu

   Hukum Mengkafirkan & Membid'ahkan.2    Terkejut telinga kita tatkala mendengar seseorang berkomentar, “Si Fulan Kafir”, “Si Fulan Ahli Bid’ah”, “Si Fulan Ahli Maksiat.”
       Demikian pula ketika ada yang berkata, “Al-Qur’an adalah Makhluk”, “Allah ada di mana-mana”, bahkan lebih dari itu bahwa “Al-Qur’an sudah tidak sesuai lagi dengan zaman modern.”
      Apakah semata melakukan perbuatan kekufuran, bid’ah, bergaul dengan pelaku maksiat telah menyebabkan seseorang dianggap “Kafir”, “Ahli Bid’ah”, dan “Ahli Maksiat? Ataukah ada perkara-perkara yang perlu diperhatikan sebelum kita menetapkan hukum kepada seseorang.
       Bagaimana pula sikap kita dengan orang-orang yang berkata “Al-Qur’an adalah Makhluk”, “Allah ada di mana-mana”, dan “Al-Qur’an sudah tidak sesuai lagi dengan zaman modern.”
       Buku yang ada di tangan pembaca saat ini, akan menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas secara tuntas, sehingga kita akan lebih bijaksana dan berhati-hati dalam menetapkan hukum kepada sesama muslim. Juga menjelaskan bagaimana sikap kita dalam bermuamalah dengan non Muslim dari kalangan Yahudi, Nasrani dan isme-isme lainnya.
      Bukankah berhati-hati dalam bersikap dan tidak tergesa-gesa menetapkan hukum kepada sesama muslim adalah sesuatu yang diperintahkan oleh Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam kepada umatnya. Jangan sampai sikap terburu-buru menyebabkan kita tergolong dalam kategori yang disebutkan oleh Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam dalam sabdanya, “Jika seseorang berkata kepada saudaranya, ‘Wahai kafir!’ Maka tuduhan itu akan kembali kepada salah satu dari keduanya.” (HR. Bukhari Muslim).
Judul Buku    :   Hukum Mengkafirkan & Membid’ahkan.
Penulis            :    Sa’id bin Shabir Abduh.
Penerbit         :    Griya Ilmu.
Ukuran           :     16,5 x 24,5 ( HC )
Halaman         :     xxiv + 412 Ha
Berat                :    0,7 Kg.
Harga              :    Rp. 60.000,- ( Disc. 20 %)
Bila Berminat Hubungi kami di  :
-   HP          :  0813 4109 7855   pin BB ( 228D1C58
-   e-mail   :   tb_Imambukhari@yahoo.com

Tinggalkan komentar

Filed under Buku Akhlaq, Fiqih

Membela Hadits Nabi, Media Tarbiyah

Membela Hadits NabiSesungguhnya pokok landasan agama kita yang mulia adalah kitab suci al-Qur’an dan sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Allah telah berjanji akan menjaga kemurnian al-Qur’an sebagaimana firman-Nya (yang bermaksud):

“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan al-Qur’an dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” (Surah al-Hijr, 15: 9)

Jaminan Allah dalam ayat ini telah terbukti dan tidak terbantahkan. Oleh sebab itulah, selama berabad-abad lamanya, tidak ada seorangpun yang mampu untuk mengubahnya, menambahinya, menguranginya, atau menggantinya kecuali Allah pasti membongkar makarnya dan menyingkap tirainya.

Adapun Sunnah Nabi, maka ia juga merupakan wahyu dari Allah yang berfungsi sebagai penjelas al-Qur’an sebagaimana firman-Nya:

“Dan Kami turunkan kepadamu al-Qur’an agar kamu menerangkan kepada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan.” (Surah an-Nahl, 16: 44)

Sebagai seorang muslim, kita mesti percaya bahawa setiap apa yang diucapkan oleh Nabi pasti benar dan tiada kebohongan di dalamnya, kerana kita telah mengetahui bersama bahawa setiap apa yang beliau ucapkan adalah berdasarkan bimbingan wahyu dari Rabb al-‘Alamin.

“Dan tiadalah yang diucapkannya itu menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan kepadanya.” (Surah an-Najm, 53: 3-4)

‘Abdullah B. ‘Amr berkata:

كُنْتُ أَكْتُبُ كُلَّ شَيْئٍ أَسْمَعُهُ مِنْ رَسُوْلِ اللهِ أُرِيْدُ حِفْظَهُ, فَنَهَتْنِيْ قُرَيْشٌ, وَقَالُوْا : أَتَكْتُبُ كُلَّ شَيْئٍ وَرَسُوْلُ اللهِ بَشَرٌ يَتَكَلَّمُ فِي الْغَضَبِ وَالرِّضَى ! فَأَمْسَكْتُ عَنِ الْكِتَابِ, فَذَكَرْتُ لِرَسُوْلِ اللهِ, فَأَوْمَأَ بِإِصْبِعِهِ إِلَى فِيْهِ, فَقَالَ : اكْتُبْ, فَوَالَّذِيْ نَفْسِيْ بِيَدِهِ مَا يَخْرُجُ مِنْهُ إِلاَّ حَقٌّ

“Dahulu aku menulis setiap apa yang aku dengar daripada Rasulullah untuk ku hafalkan, namun Quraisy melarangngku seraya mengatakan:

“Adakah engau menulis segala sesuatu, sedangkan Rasulullah adalah seorang manusia yang berbicara ketika marah dan redha?!”

Akupun menahan diri dari menulis sehingga aku mengadukannya kepada Rasulullah, lantas beliau mengisyaratkan dengan jarinya ke mulutnya seraya bersabda:

“Tulislah, demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidaklah keluar darinya (mulut Nabi) kecuali al-Haq (sesuatu yang jujur dan benar).” (Sunan Abu Daud, no. 3646)

Kalau demikian keadaannya, maka merupakan kewajiban bagi setiap muslim apabila mendapati sebuah hadis yang sahih adalah membenarkannya, mengamalkan isinya, dan memuliakannya. Allah Ta’ala berfirman (maksudnya):

“Apa yang diberikan Rasul maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya maka tinggalkanlah.” (Surah al-Hasyr, 59: 7)

Namun bagaimana kenyataan yang kita saksikan bersama pada hari ini?!

Fenomena yang kita saksikan di lapangan seakan menjawab:

Alangkah derasnya hujan kritikan dan kecaman terhadap sunnah-sunnah an-Nabawiyyah! Alangkah dahsyatnya serangan dan tikaman yang dihunuskan terhadapnya! Tahukah anda, apa sebenarnya alasan mereka?! Mereka tiada memiliki alasan kecuali hanya alasan-alasan rapuh (seperti): Hadis ini bertentangan dengan akal! Hadis ini bertentangan dengan ilmu perubatan! Hadis ini bertentangan dengan al-Qur’an! Hadis ini hanya berstatus Ahad! Hadis ini tidak seiring dengan waqi’! Landasan kita cukup-lah dengan al-Qur’an (saja)! Dan sederet lagi alasan-alasan dan syubhat-syubhat rapuh yang lainnya.

Allahu akbar!! Sungguh benar apa yang dikhabarkan oleh Nabi semenjak beberapa abad yang lalu tentang orang-orang seumpama mereka, kata Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam:

أَلاَ إِنِّيْ أُوْتٍيْتُ الْقُرْاَنَ وَ مِثْلَهُ مَعَهُ. أَلاَ يُوْشِكُ رَجُلٌ شَبْعَانَ عَلَى أَرِيْكَتِهِ يَقُوْلُ: عَلَيْكُمْ بِهَذَا الْقُرْاَنِ، فَمَا وَجَدْتُمْ فِيْهِ مِنْ حَلاَلٍ فَأَحِلُّوْهُ وَمَا وَجَدْتُمْ فِيْهِ مِنْ حَرَاٍم فَحَرِّمُوْهُ.

“Ketahuilah bahawa aku mendapatkan wahyu al-Qur’an dan juga semisalnya bersamanya (as-Sunnah). Ketahuilah, hampir saja akan ada seseorang duduk seraya bersandar di atas tempat duduknya dalam keadaan kenyang, sambil dia mengatakan, “Berpeganglah kalian dengan al-Qur’an. Apa yang kalian temui di dalamnya berupa perkara halal, maka halalkanlah. Dan apa yang kalian jumpai di dalamnya berupa perkara haram, maka haramkanlah.” (Sunan Abu Daud, no. 4604)

Hadis ini merupakan tanda dari tanda-tanda kenabian. Sebab apa yang telah disabdakan oleh Rasulullah ini benar-benar telah terbukti nyata. Imam al-Baihaqi rahimahullah berkata:

“Inilah khabar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam tentang ingkarnya para ahlul bid’ah terhadap hadis beliau. Sungguh apa yang beliau sampaikan telah nyata terjadi.” (Dalaa’il an-Nubuwwah, 1/25)

Maka termasuk suatu kewajiban yang amat mendasar bagi setiap muslim yang punya rasa cinta terhadap sunnah Nabi untuk merasa cemburu dengan cara mengadakan pembelaan terhadap hadis-hadis beliau dari hujatan para musuhnya, membongkar kebohongan mereka, dan membantah syubhat-syubhat mereka.

Saudaraku, marilah kita bersama menjadi pembela sunnah Nabi. Marilah kita siapkan diri kita dengan bekal ilmu dan kekuatan untuk menjadi pejuang Sunnah Nabi! Apakah kita tidak ingin menjadi rombongan yang dido’akan oleh Nabi dalam hadisnya:

نَضَّرَ اللهُ امْرَءًا سَمِعَ مَقَالَتِيْ فَوَعَاهَا ثُمَّ أَدَّاهَا كَمَا سَمِعَهَا

“Semoga Allah mencerahkan wajah seorang yang mendengar sebuah hadis dariku lalu dia menyampaikannya sebagaimana yang dia dengar.” (Hadis Mutawatir. Sebagaimana ditegaskan oleh as-Suyuthi dalam al-Azhar al-Mutanatsirah, m/s. 5. Az-Zabidi dalam Luqathul Alai al-Mutanatsirah, m/s. 161-162. Al-Kattani dalam Nadhmul Mutanatsir, m/s. 24. Syaih ‘Abdul Muhsin al-‘Abbad dalam Dirasah Hadis Nadhdhara Allah Imra’am Sami’a Maqalati, Riwayah wa Dirayah, m/s. 21. (Lihat pula Faidhul Qadir oleh al-Munawi, 6/284 dan Kif-dzah oleh Salim al-Hilali, m/s. 278-279))

Al-Khathib al-Baghdadi berkata: “Allah menjadikan golongan selamat sebagai penjaga agama dan penangkis tipu daya para penyimpang, disebabkan keteguhan mereka dalam menjalankan syari’at Islam dan meniti jejak para sahabat dan tabi’in. Sungguh betapa banyak para penyeleweng yang ingin mencampur-adukkan syari’at dengan kotoran lainnya, lalu Allah membela agama-Nya melalui para ahli hadis yang sentiasa bersedia membela dan menjaga dasar-dasar agama. Merekalah pasukan Allah, ketahuilah bahwa pasukan Allah pasti beruntung.” (al-Khathib al-Baghdadi, Syaraf Ashabil Hadits, m/s. 31)

Sesungguhnya potret para ulama dalam pembelaan terhadap sunnah Nabi sangatlah mengagumkan sekali. Pernah ada seorang berkata kepada Yahya B. Ma’in:

“Adakah engkau tidak bimbang apabila orang-orang yang engkau kritik tersebut kelak menjadi musuhmu di hari kiamat?” Beliau menjawab:

“Bila mereka yang menjadi musuhku jauh lebih kusenangi daripada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam yang menjadi musuhku, tatkala beliau bertanya padaku:

“Mengapa engkau tidak membela sunnah-ku dari kedustaan?! (Al-Khathib al-Baghdadi, Al-Kifayah fi ‘Ilmi Riwayah, m/s. 61)

Dan tatkala disampaikan kepadanya sebuah hadis riwayat Suwaid al-Anbari, beliau mengatakan: “Seandainya aku memilki kuda dan tombak, nescaya aku akan memerangi Suwaid!!.” (Adz-Dzahabi, Mizanul I’tidal, 2/250)

Saudaraku, sesungguhnya membela hadis Nabi merupakan suatu amalan yang amat mulia dan utama. Oleh yang demikian, tidak hairan apabila para ulama menilainya sebagai Jihad fi Sabilillah. Imam Yahya B. Yahya pernah mengatakan:

الذَّبُّ عَنِ السُّنَّةِ أَفْضَلُ مِنَ الْجِهَادِ

“Membela sunnah lebih utama daripada jihad (di medan perang).” (al-Harawi, Dzammul Kalam, 4/254, no. 1089. Ibnu Taimiyah, Majmu Fatawa, 4/13)

Imam Al-Humaidi mengatakan:

وَاللهِ! لأَنْ أَغْزُوَ هَؤُلاَءِ الَّذِيْنَ يَرُدُّوْنَ حَدِيْثَ رَسُوْلِ اللهِ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ أَغْزُوَ عِدَّتَهُمْ مِنَ الأَتْرَاكِ

“Demi Allah! Aku berperang melawan orang-orang yang menolak hadis-hadis Rasulullah lebih aku sukai berbanding aku harus berperang melawan sejumlah pasukan kafir.” (al-Harawi, Dzammul Kalam, 2/158, no. 236)

Syaikh Muhammad B. Murtadha al-Yamani berkata:

“Pembela sunnah adalah seperti seorang yang berjihad di jalan Allah, yang mempersiapkan alat, kekuatan, dan bekal semampunya, sebagaimana firman Allah:

“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu mampu.” (Surah al-Anfal, 8: 60).” (Ii-tsar al-Haq ‘ala al-Khalq, m/s. 20)

Marilah kita renungkan bersama ucapan indah Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah berikut dalam Nuniyahnya 196-200:

وَاصْدَعْ بِمَا قَالَ الرَّسُوْلُ وَلاَ تَخَفْ               مِنْ قِلَّةِ الأَنْصَارِ وَالأَعْوَانِ

فَاللهُ نَاصِرُ دِيْنِهِ وَكِتَابِهِ                              وَاللهُ كَافٍ عَبْدَهُ بِأَمَانِ

لاَ تَخْشَ مِنْ كَيْدِ الْعَدُوِّ وَمَكْرِهِمْ                  فَقِتَالُهُمْ بِالزُّوْرِ وَالْبُهْتَانِ

فَجُنُوْدُ أَتْبَاعِ الرَّسُوْلِ مَلاَئِكٌ                       وَجُنُوْدُهُمْ فَعَسَاكِرُ الشَّيْطَانِ

شَتَّانَ بَيْنَ الْعَسْكَرَيْنِ فَمَنْ يَكُنْ                     مُتَحَيِّزًا فَلْيَنْظُرِ الْفِئَتَانِ

“Tetap teguhlah dengan ucapan Rasul dan janganlah bimbang,

Kerana sedikitnya kawan dan teman.

Allah penolong agama-Nya dan kitab-Nya.

Allah menjamin keamanan bagi hamba-Nya.

Janganlah takut tipu daya musuh dan makar mereka,

Kerana senjata mereka hanyalah tuduhan dan kedustaan.

Pasukan pengikut Rasul adalah para Malaikat,

Adapun pasukan mereka adalah bala tentara Syaitan.

Alangkah jauh perbezaan antara dua pasukan tersebut.

Sesiapa mundur, maka hendaklah melihat dua pasukan tersebut.

Buku yang kini berada di hadapan anda merupakan salah satu usaha sederhana dari seorang hamba yang lemah untuk turut terlibat dalam mengadakan pembelaan terhadap sunnah Nabi serta pembentangan jawaban atas kecaman yang diarahkan kepadanya.

Semoga buku ini dapat dijadikan sebagai contoh dan pedoman dalam masalah penting ini.

Buku ini memuatkan beberapa pembahasan menarik yang berkisar pada tiga tema atau cakupan pembahasan hadis (iaitu): cakupan aqidah, wanita, dan ilmu perubatan. Urutannya adalah sebagaimana berikut:

1, Dimana Allah?

2, Turunnya Allah.

3, Adzab Kubur, Mutawatir atau Ahad?

4, Kontroversi Imam Mahdi.

5, Fitnah Dajjal, Imaginasi atau Fakta.

6, Turunnya Isa bin Maryam.

7, Ya’juj wa Ma’juj, Siapakah Mereka?

8, Studi Kritis Tersihirnya Nabi.

9, Benarkah Orang Tua Nabi Kafir?

10, Maut disembelih.

11, Wahdatul Wujud, Salah Paham Hadits Wali.

12, Perpecahan Umat.

13, Wanita Di Saudi Arabia.

14, Polemik Presiden Wanita.

15, Nikah Tanpa Wali.

16, Hadis Lalat, antara ilmu hadis dan ilmu perubatan.

17, Penyakit Menular, antara Ahli Hadis dan ahli perubatan.

18, Sujudnya Matahari.

19, Orang Mati Mampu Mendengar.

20, Syafa’at Bagi Pelaku Dosa Besar?

21, Telaga al-Kautsar.

22, Mengimani Mizan Di Akhirat.

23, Nabi Musa dan Malaikat Maut.

“Akhirnya, dengan hadirnya buku ini, kami berdoa agar kami dimasukkan oleh Allah ke dalam kelompok orang-orang yang membela Sunnah Nabi Muhammad dan menangkis kebohongan-kebohongan yang dituduhkan kepada beliau. Amiin.”

Judul Buku    :   Membela Hadits Nabi.
Penulis            :   Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar As-Sidawi.
Penerbit         :   Media Tarbiyah.
Berat               :    0,9 Kg.
Harga              :   Rp. 88.000,- ( Disc. 20 %)
Bila Berminat Hubungi kami di  :
-   HP          :  0813 4109 7855   pin BB ( 228D1C58
-   e-mail   :   tb_Imambukhari@yahoo.com

Tinggalkan komentar

Filed under Buku Akhlaq, Buku Hadits

Samudera Hikmah Di Balik Jilbab Muslimah, Pustaka Al-Inabah

Samudera Hikmah Di Balik Jilbab MuslimahIslam merupakan satu-satunya agama yang memuliakan wanita. Didalam agama Islam, wanita ibarat mutiara yang tak ternilai harganya, hingga harus dijaga dan diperlakukan dengan lembut, agar tidak menjadi rusak karena dijamah oleh tangan-tangan jahat yang ingin mengotorinya. Hal ini bertolak belakang dengan perlakuan yang diberikan oleh masyarakat non muslim, baik dimasa lalu maupun dimasa sekarang.

Bukan rahasia lagi bahwa Barat telah mengalami keterpurukkan moral hingga pada titik nadir. Kaum wanita disana tidak lagi memiliki kehormatan dan kemuliaan. Mereka bahkan mendapatkan perlakuan yang sangat buruk dan dieksplotasi sedemikian rupa. Mereka diracuni dan dicekoki dengan slogan ” Kebebasan “, dan dibuai dengan isu kesetaraan gender. 

Menyaksikan kondisi kaum muslimin yang sedemikian ketat menjaga nilai-nilai keluhuran dan moral, hingga mereka hidup dalam kondisi tenang, sementara kaum Muslimat terpelihara kehormatannyadan mendapatkan perlakuan yang sangat mulia, masyarkat barat merasa iri, dengki, dan tidak rela dengan kondisi tersebut.

Mereka ingin merenggut kehormatan dan kemuliaan yang selama ini dinikmati oleh kaum muslimin, lalu menulari mereka dengan berbagai keburukkan dan meracuni kaum muslimat dengan isu kebebasan dan kesetaraan gender. Mereka mengatakan bahwa hijab merupakan simbol penindasan, perenggutan hak dan pelanggaran terhadap kebebasan kaum wanita, sehingga harus ditanggalkan. Untuk merealisasikan tujuan tersebut, mereka menggunakan berbagai sarana dan cara. Hingga akhirnya hijab ditinggalkan oleh kaum muslimat dan dianggap sebagai simbol kemunduran dan tidak lagi relevan untuk dikenakan di masa sekarang.

Buku ini merupakan salah satu upaya untuk meluruskan persepsi salah terhadap hijab yang selama ini terlanjur berkembang di kalangan muslimin. Penulis dengan begitu meyakinkan mampu mendudukkan permasahan hijab, baik dari tinjauan syar’i, histori, empiris maupun medis. Sehingga tidak tersisa lagi alasan bagi siapapun untuk menolak hijab. 

DILENGKAPI HASIL RISET KEDOKTERAN MODERN

 

Judul buku                        :   Samudera Hikmah Di Balik Jilbab Modern 

Penulis                                :   Sufyan Bin Fuad Baswedan M.A.

Penerbit                             :   Pustaka Al-Inabah

Ukuran                               :   16 x 24 cm.

Berat                                    :   0,3 kg

Harga                                   :   Rp. 42.500,-

 

Tinggalkan komentar

Filed under Buku Akhlaq, Buku Wanita, Fiqih, Keluarga

Aktualisasi Akhlak Muslim, Pustaka Imam Asy-Syafi’i

Aktualisasi Akhlak MuslimKetinggian iman seseorang tidak dapat diukur secara pasti, tetapi kemuliaan akhlak merupakan cerminannya. Semakin sempurna akhlak seseorang semakin tinggi pula keimanannya. Dan sebaliknya, semakin rendah akhlak, semakin rendah pula keimanan. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam adalah sosok teladan yang menampilkan citra manusia berakhlak mulia dan berkeimanan sempurna. Beliau diutus untuk menyempurnakan akhlak mulia dan menunjukkan jalan ke arahnya. Di manakah akhlak mulia dapat tumbuh subur dan berkembang menjadi sempurna?

Buku ini lengkap dan sederhana. Berbagai topik dibahas dengan bahasa yang mudah dicerna, diuraikan dengan dasar yang kuat dan dalil-dalil yang terjaga keshahihannya. Dilengkapi dengan pilar-pilar penyangga akhlak dan cara untuk meraih akhlak mulia. Tabiat manusia yang sejalan atau bertentangan dengan akhlak mulia serta apa solusinya pun menarik untuk disimak pemaparannya. Dan yang lebih menarik lagi, kita tidak hanya diharuskan berakhlak mulia kepada sesama manusia, tetapi juga kepada Sang Pencipta dan kepada makhluk lain di sekitar kita.

Judul Buku           :   Aktualisasi Akhlak Muslim.

Penulis                   :    Ummu Ihsan & Abu Ihsan al-Atsari.

Penerbit                 :    Pustaka Imam Asy-Syafi’i.

Ukuran                  :   16 x 24,5 cm

Berat                      :    1,0 kg

Harga                     :    Rp. 90.000,-

Tinggalkan komentar

Filed under Buku Akhlaq, Buku Baru

Gaya hidup Pemuda Perindu Surga, Zam-zam

Gaya Hidup Pemuda Perindu SurgaKehidupan generasi muda kita penuh dengan glamor, kebebasan, dan hura-hura. Kondisi ini jauh berbeda dengan perjalanan hidup generasi muda sahabat Nabi 0.. Sejumlah prestasi gemilang telah mereka raih. Kehebatan bersikap dan kecermelangan pikiran telah mereka toreh dalam lembaran sejarah. Berbagai kemuliaan dan keutamaan senantiasa menghiasi pribadi mereka. Sampai-sampai Rasulullah mengecam orang-orang yang suka mencela dan mencemooh para sahabat. Mencela mereka sama dengan mencela Rasulullah.

Lantas, bagaimana model kehidupan mereka? Bagaimana mereka mengisi dan menjalani masa muda mereka? Rahasia kesuksesan pendidikan seperti apa yang berhasil terukir di dalam masa remaja mereka? Buku ini akan memberikan gambaran yang menakjubkan seputar metode para sahabat Nabi jg dalam menjalani masa muda mereka. Banyak pernik-pernik kehidupan mereka yang disajikan dalam buku ini yang dapat memberi inspirasi untuk mengisi dan menjalani kehidupan ini.

Selamat membaca!

 

Judul buku…………. :   Gaya Hidup Pemuda Perindu Surga.

Penulis……………….. :   Muhammad Abdullah Ad-Duwaisy.

Penebit……………….. :   Zam-Zam.

Ukuran Buku……… :   14 x 20,5 cm.

Berat………………….. :   0,3 kg.

Harga…………………. :   Rp. 39.000,-

Tinggalkan komentar

Filed under Buku Akhlaq